Penentuan ukuran greenhouse di atas didasarkan pada data – data yang diketahui, yaitu greenhouse akan digunakan untuk 1000 tanaman tomat. Tanaman tersebut akan ditempatkan di dalam polybag dengan ukuran 25 x 40 cm. Polybag tersebut akan disusun di dalam bedengan dengan jarak antar bedengan adalah ± 100 cm dan jarak antar tanaman adalah ± 50 cm. Melalui perhitungan optimasi, akan didapatkan dimensi greenhouse, yaitu panjang yang dibutuhkan adalah 50 m dan lebar yang dibutuhkan adalah 25 m. Panjang total dipilih sedikit lebih besar dari pada dimensi yang dibutuhkan. Hal ini dimaksudkan sebagai faktor koreksi dan untuk memberikan ruang untuk penyimpanan perlengkapan di dalam greenhouse. Dengan dimensi tersebut, diketahui bahwa greenhouse ini termasuk dalam greenhouse tipe besar, sehingga ketinggian total greenhouse harus dirancang lebih dari 6 m.
http://https://www.dropbox.com/home

Cerita ini berawal dari saya mengenalnya dibangku sekolah menengah atas. Ia adalah salah satu teman saya yang menjadi sahabat saya. Sebut saja dia D.

Ia adalah salah satu siswa yang terbilang cerdas disekolah, ia termasuk 25% terbaik dikelasnya. Selain akademiknya yang lumayan dia juga aktif dalam organisasi sekolah. Itulah D yang saya kenal sewaktu kelas X SMA. Saya semakin dekat dengannya ketika saya satu kelas dengannya yaitu kelas XI IPA 1. Kelas saya ini termasuk kelas unggulan kaerana siswa – siswa yang ada di dalamnya termasuk 25% terbaik dikelasnya saat kelas X.

Namun dikelas XI ini teman saya si D tadi prestasinya agak menurun, dia tidak termasuk 25% terbaik di kelas. Mungkin dikarenakan persaingannya yang lebih kuat. Tetapi diluar akademik dia tetap aktif dalam organisasi. Dalam acara – acara penting sekolah dia salah satu yang ikut berperan begitu juga saya.

Kami pun beranjak lebih dewasa. Kini kami tidak satu kelas lagi namun persahabatan kami tetap terjaga. Saya masuk kelas XII IPA 1 sedangkan dia XII IPA 5. sejak kami kelas XII kami sring berbagi cerita bagaimana kelak kita selanjutnya, ingin kuliah ataukah kerja. Hal itu yang selalu kita bicarakan.

Kesempatan pun tiba, sekolah kami mendapat undangan untuk penerimaan calon mahasiswa baru(USMI). Saya pun tidak menyianyiakan kesempatan ini. Kami sama – sama menyiapkan persyaratan yang diperlukan. Salah satu yang menjdi kendala kami adalah masalah dana. Kami termasuk kedalam keluarga yang ekonominya terbilang sulit.

Namun alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk mengajukan pencalonan diri. Sebaliknya sahabat saya tidak bisa mengikutinya dikarenakan masalah dana tadi. Saya cukup kecewa karena saya tidak bias membantu sahabat saya.

Ketika kita saling bercerita lagi, saya menanyakan bagaimana selanjutnya kuliah atau tidak? Dia menjawab bahwa dia tidak dapat kuliah dikaenakan tidak ada satupun dari keluaraganya yang mendukung dia. Sungguh menyakitkan mendengar hal ini. Saya merasa sedih karena saya tidak bisa bantu sahabat saya. Namun saya hanya bias menyemangatinya agar ia tetap berusaha dan tidak putus asa. Namun dia marah dan tersinggung ketika saya menanyakan masalah kuliah tadi.

Dia tetap belajar dengan baik, hingga akhirnya jalan itu pun terbuka. Ada undangan dari PTN untuk calon mahasiswa baru dan ada dua tiket beasiswa yang diberikan untuk sekolah kami. Saya menyuruhnya untuk mencoba jalan ini. AKhirnya meski tidak ada satupun keluarganya yang mendukung dia nekad untuk mengambil jalan ini. Yang ia pikrkan saat itu hanya ingin tetap menutut ilmu dan menjai yang terbaik serta membuktikan pada semu bahwa dia bisa. Dia pun melengkapi semua persyaratan yang diperlukan dan mengirmkan berkas tersebut.

Beberapa bulan kami lewati, saya sudah diterima di PTN tenama namun sahabat saya masih menunggu kabar dari PTN yang dulu ia ajukan untuk menjadi mahasiswa tersebut. AKhirnya pengumuman itupun datang sekolah kami mendapatkan dua beasisswa dan sahabat saya itu termsuk salah satunya.

Selamat kawan kau telah mendapatkan jalan untuk membuktikan bahwa kau adalah yang terbaik. Meski kau dulu pernah terpuruk namun Allah Maha Adil Maha Mengethui mana yang baik intuk hambanya. Kini sahabat saya menjadi mahasiswa serta mendapatkan beasiswa hingga ia lulus sarjana.

Maha SUci Allah, sejk saat itu saya sadar jika satu jalan tertutup maka ada seribu jalan yang menanti untuk kita tempuh hanya masalah kita siap ataukah tidak, kitra dapat bangkit dari keterpurukan ataukah tidak. Semoga kisah ini dapat menginspirasikan temn – teman.

Hidup Mahasiswa! Tetap semangat kawan dan jadilah yang terbaik..

Tahun ajaran baru sudah dimulai kembali ketika itu saya masih bahagia karena lulus sekolah menengah pertama dan  saya menjadi calom siswa sekolah menengah atas. Kebahagian saya bertambah ketika say diterima disekolah yang saya inginkan.

Masa orientasi siswa telah saya lalui, tiba saatnya pengumuman pembagian kelas. Dengan percaya dirinya saya memastikan bahwa saya masuk kelas unggulan. Namun apa yang terjadi dari kelas ke kelas saya lihat pengumuman tidak ada nama saya disana hingga akhirnya di kelas akhir terdapat nama saya.

Saya sungguh terpukul akan hal ini karena say termasuk siswa yang dianggap bodoh dan masuk kelas akhir. Ditambah lagi ledekan demi ledekan saya terima dari teman saya yang disampaikan secara tidak langsung. Saya sungguh tepukul akan halini, saya sedih, kecewa namun saya tidak putus asa. Saya bertekad bahwa saya kelak bisa jadi yang terbaik.

Akhirnya hari – hari saya lalui dengan penuh kerja keras. Saya belajar sungguh – sungguh dan ingin membuktikan bahwa saya lah yang terbaik. Hingga satu semester saya lalui dan pengumuman hsil ujian pun ada saya sangat bersyukur saya termasuk juara umum untuk kelas sepuluh.

Dari sini saya mulai lebih semangat dan bangkit lagi. Namun ada hal yang menyedihkan juga, kelas saya di pisah semua dan anak – anak yang ad di kelas saya pindah kekelas yang lainnya. Dulunya kelas sepuluh ada sembilan kelas namun karnasuatu hal kelas saya dirombak dan kini hanya ada delapan kelas.

Saya cukup bahagia juga karena saya masuk kelas X -1 yang termasuk kelas unggulan. Disana saya dianggap remeh oleh teman – teman saya karena saya bersal dari kelas akhir.hal ini menjadi pukulan buat saya, alhasil saya tidak jatuh dan terpuruk sebaliknya menjadikan saya menjadi lebih semangat lagi. Saya belajar dengan keras dan sungguh – sungguh, dikelas saya berusaha untuk aktif.

Akhirnya pengumuman hasil ujian semester pun diumumkan dan saya menjadi juara kelas saat itu dan saya masuk ke kelas unggulan. Saya terus berkarya dan berusaha menjadi yang terbaik hingga pengumuman kelulusan dan saya adalah siswa yang terbaik disekolah saya. Dan saya diterima di PTN ternama di Indonesia.

Saya yang dulu dianggap remeh kini saya menjadi yang pertama. Mungkin hikmah yang bisa kita ambil janganlah pernah menganggap remeh siapapun, dan tetaplah berusaha meski kita tidak dianggap oleh orang lain kelak kita bisa jadi yang terbaik disana, serta jadikanlah pukulan sebagai kekeuatan kita untuk bangkit.

Saya sangat bersyukur karna telah diberi kesempatan untuk hal ini, diberikan keterpurukkan dan kekuatan untuk bangkit. Alhamdulillah Ya Allah hamba bersyukur.

Semoga kisah saya ini bermanfaat untuk teman – teman, tetap semangat kawan dan jadi lah yang terbaik. Hidup Mahasiswa!

Search
IPB Badge